Kamis, 07 April 2016

cerita sedih Leniby



Tak Ada Yang Abadi
Ada seorang anak yang bernama Miledy Ledana dia memiliki sahabat yang bernama Leniby Bylba,usia mereka 15  tahun mereka sekolah di smp 2 Tinggarjaya, mereka menduduki kelas 3 smp .Sejak masuk di smp itu mereka sudah saling dekat dan duduk sebangku mulai kelas 1 smp hingga 3 smp.Cita-cita mereka adalah ingin menjadi polisi wanita.Di saat mereka menduduki kelas 8 mereka memiliki sahabat lagi yangg bernama Alya dan Devina .Mereka terlihat bahagia sekali ,karena setiap hari mereka menghadapi  kebahagiaan dan kesedihannya bersama.
            Pada waktu Leniby menjalani puasa ramadhan tepatnya ia menduduki kelas 9 . Ia sangat terkejut ketika ingin berangkat sholat subuh ke masjid dekat rumahnya ia batuk-batuk dan batuknya itu sedikit mengeluarkan darah.Leniby sangat cemas karena ia tidak tahu penyakit apa yang ia derita .Setelah ia pulang dari masjid Leniby bergegas mencari tau tentang penyakit nya itu di internet.Leniby sengaja tidak langsung bilang soal batuk darahnya itu  ke orang tuanya , karena ia berfikir pasti orang tuanya akan mencemaskannya dan pasti sedih .Leniby hanya ingin melihat kebahagiaan keluarganya meskipun ia memiliki penyakit .
            Pada hari jumat , saat Leniby pulang dari les dia bercerita ke bundanya  bahwa ia tadi sakit kepala dan tidak bisa menahan dingin saat les tadi.Bunda Leniby pun cemas dan bergegas mengajak Leniby untuk periksa , kebetulan ada pusat perbelanjaan yang lagi promo dan orang yang berpromo itu memiliki alat agar bisa mendeteksi berbagai penyakit .Bunda Leniby pun segera membawa leniby ke orang promo tersebut agar cepat mengetahui apa saja yang diderita oleh Leniby .Hasil dari alat pendeteksi penyakit tersebut ternyata banyak  penyakit yang diderita Leniby diantaranya penyumbatan darah di otak,ginjal,jantung,dan peneroposan pada tulang Leniby.Setelah mengetahui penyakit Leniby ,bunda Leniby pun merasa cemas , tetapi Leniby tidak terlalu cemas karena ia sudah tau penyakitnya itu dari hasil peneludsurannya di internet.Bunda Leniby pun akhirnya membelikan obat untuk Leniby supaya lekas sembuh.Penykit Leniby pun semakin parah , ia sering merasakan sakit di jantungnya dan sesak nafas.Leniby hanya memberitahu tentang penyakitnya itu ke orang tertentu saja yaitu saudaranya di Jakarta yang bernama Gevin,sahabat-sahabatnya yaitu Miledy,Devina,dan Alya ,serta teman curhatnya Nival.Leniby sengaja memberitahu penyakitnya ke mereka karena Leniby sangat membutuhkan dorongan untuk semangat hidupnya.
            Pada bulan berikutnya Leniby berfikiran untuk tidak minum obat dan mengaku ke orang tuanya bahwa penyakit Leniby sudah sembuh.Padahal penyakit di tubuh Leniby semakin parah. Ia sengaja berbohong ke orang tuanya karena Leniby tidak ingin membuat orang tuanya hanya memperhatikan dirinya  , dan kurang memperhatikan ke-dua adiknya,Leniby juga tidak ingin membuat beban orang tuanya semakin bertambah.Beberapa hari kemudian Leniby berfikiran untuk tes darah ke rumah sakit dekat sekolahnya,tetapi ia bingung harus bersama siapa dia pergi ke rumah sakit itu , Leniby juga bingung biaya yang harus disediakan berapa untuk bisa tes darah tersebut.Leniby sudah memiliki uang di tabungan bank nya sebesar 1 juta tetapi 1 juta itu tidak boleh digunakan apapun kata orang tuanya , akhirnya Leniby berusaha menabung dari uang sakunya dan akhirnya terkumpul 500.000 .Pada akhir bulan Leniby diberi uang lagi sama orang tuanya 1 juta tetapi keesokan harinya uang itu diminta bundanya agar di masukkan di tabungan bank Leniby .padahal uang 1 juta itu ingin digunakan Leniby untuk biaya tes darahnya itu .Dengan susah payah ia harus menabung lebih banyak lagi agar cepat melakukan tes darah itu.Setelah berfikir panjang Ia sangat ingin sekali membahagiakan orang tuanya dengan hasil ujian nasionalnya yang tinggi, sebelum ia meinggal .Leniby selalu berfikiran bahwa usianya sudah tidak panjang lagi , karena penyakitnya itu yang semakin parah.Leniby juga berfikiran  ia nanti saat mendaftar ke polisi wanita ia tidak bisa diterima karena banyak penyakit yang dideritanya.Ia hanya bisa berharap bahwa ia akan membahagiakan orang tuanya dengan memperoleh hasil ujian nasionalnya yang tinggi.
            Hari ujian nasional pun telah tiba.Leniby belajar dengan semaksimal mungkin sampai-sampai ia tidak memperdulikan penyakitnya itu yang semakin parah , karena ia hanya ingin membahagiakan orang tuanya , dan ingin meninggalnya nanti bisa masuk surga.Pengunguman hasil ujian nasional pun tiba .Akhirnya dengan usaha yang semaksimal mungkin itu Leniby dapat memperoleh ujian nasional dengan nilai tertinggi .Leniby langsung sujud syukur karena mampu membahagiakan orang tuanya itu .Orang  tua Lineby sangat senang sekali .Setelah pengunguman hasil ujian nasional itu ada acara perpisahan yang umumnya dilakukan setelah selasai ujian nasional.Leniby pun ikut serta dalam perpisahan itu . Ia menyanyikan lagu Tak Ada Yang Abadi di panggung, setelah selesai menyanyikan lagu itu Leniby langsung jatuh dan orang tuanya bergegeas ke panggung dan mencari tau apa yang terjadi dengan Leniby dan ternyata selain di hari kebahagiaan orang tua Lineby karena Lineby mendapat hasil ujuan nasional yang tinggi , Leniby juga bahagia di alam lain sana karena sudah terbebas oleh dosa di dunia ini dalam artian Leniby sudah dipanggil oleh Allah .Orang tua dan adiknya  Leniby pun mengikhlaskan kepergian Leniby.
            Hasil upaya yang kita lakukan dengan sabar dan berusaha dengan baik maka akan membuahkan hasil yang baik juga.Sekarang Leniby bahagia di akhirat sana , dan Lineby mampu membahagiakan orang tuanya sebelum ia meninggalkan dunia ini.Dan ingat usia kita tidak ada yang tau kecuali Allah,maka mulai sekarang berusahalan beribadah dengan baik dan mulailah berperinsip untuk membahagiakan orang tua sebelum  kamu meninggalkan dunia ini.Jangan berfikir pesimis terlebih dahulu.