Tak
Ada Yang Abadi
Ada seorang anak yang
bernama Miledy Ledana dia memiliki sahabat yang bernama Leniby Bylba,usia
mereka 15 tahun mereka sekolah di smp 2
Tinggarjaya, mereka menduduki kelas 3 smp .Sejak masuk di smp itu mereka sudah
saling dekat dan duduk sebangku mulai kelas 1 smp hingga 3 smp.Cita-cita mereka
adalah ingin menjadi polisi wanita.Di saat mereka menduduki kelas 8 mereka
memiliki sahabat lagi yangg bernama Alya dan Devina .Mereka terlihat bahagia
sekali ,karena setiap hari mereka menghadapi
kebahagiaan dan kesedihannya bersama.
Pada
waktu Leniby menjalani puasa ramadhan tepatnya ia menduduki kelas 9 . Ia sangat
terkejut ketika ingin berangkat sholat subuh ke masjid dekat rumahnya ia
batuk-batuk dan batuknya itu sedikit mengeluarkan darah.Leniby sangat cemas
karena ia tidak tahu penyakit apa yang ia derita .Setelah ia pulang dari masjid
Leniby bergegas mencari tau tentang penyakit nya itu di internet.Leniby sengaja
tidak langsung bilang soal batuk darahnya itu
ke orang tuanya , karena ia berfikir pasti orang tuanya akan
mencemaskannya dan pasti sedih .Leniby hanya ingin melihat kebahagiaan
keluarganya meskipun ia memiliki penyakit .
Pada
hari jumat , saat Leniby pulang dari les dia bercerita ke bundanya bahwa ia tadi sakit kepala dan tidak bisa
menahan dingin saat les tadi.Bunda Leniby pun cemas dan bergegas mengajak
Leniby untuk periksa , kebetulan ada pusat perbelanjaan yang lagi promo dan
orang yang berpromo itu memiliki alat agar bisa mendeteksi berbagai penyakit
.Bunda Leniby pun segera membawa leniby ke orang promo tersebut agar cepat
mengetahui apa saja yang diderita oleh Leniby .Hasil dari alat pendeteksi
penyakit tersebut ternyata banyak
penyakit yang diderita Leniby diantaranya penyumbatan darah di
otak,ginjal,jantung,dan peneroposan pada tulang Leniby.Setelah mengetahui
penyakit Leniby ,bunda Leniby pun merasa cemas , tetapi Leniby tidak terlalu
cemas karena ia sudah tau penyakitnya itu dari hasil peneludsurannya di
internet.Bunda Leniby pun akhirnya membelikan obat untuk Leniby supaya lekas
sembuh.Penykit Leniby pun semakin parah , ia sering merasakan sakit di
jantungnya dan sesak nafas.Leniby hanya memberitahu tentang penyakitnya itu ke
orang tertentu saja yaitu saudaranya di Jakarta yang bernama
Gevin,sahabat-sahabatnya yaitu Miledy,Devina,dan Alya ,serta teman curhatnya
Nival.Leniby sengaja memberitahu penyakitnya ke mereka karena Leniby sangat
membutuhkan dorongan untuk semangat hidupnya.
Pada
bulan berikutnya Leniby berfikiran untuk tidak minum obat dan mengaku ke orang
tuanya bahwa penyakit Leniby sudah sembuh.Padahal penyakit di tubuh Leniby
semakin parah. Ia sengaja berbohong ke orang tuanya karena Leniby tidak ingin
membuat orang tuanya hanya memperhatikan dirinya , dan kurang memperhatikan ke-dua
adiknya,Leniby juga tidak ingin membuat beban orang tuanya semakin
bertambah.Beberapa hari kemudian Leniby berfikiran untuk tes darah ke rumah
sakit dekat sekolahnya,tetapi ia bingung harus bersama siapa dia pergi ke rumah
sakit itu , Leniby juga bingung biaya yang harus disediakan berapa untuk bisa
tes darah tersebut.Leniby sudah memiliki uang di tabungan bank nya sebesar 1
juta tetapi 1 juta itu tidak boleh digunakan apapun kata orang tuanya ,
akhirnya Leniby berusaha menabung dari uang sakunya dan akhirnya terkumpul 500.000
.Pada akhir bulan Leniby diberi uang lagi sama orang tuanya 1 juta tetapi
keesokan harinya uang itu diminta bundanya agar di masukkan di tabungan bank
Leniby .padahal uang 1 juta itu ingin digunakan Leniby untuk biaya tes darahnya
itu .Dengan susah payah ia harus menabung lebih banyak lagi agar cepat
melakukan tes darah itu.Setelah berfikir panjang Ia sangat ingin sekali
membahagiakan orang tuanya dengan hasil ujian nasionalnya yang tinggi, sebelum
ia meinggal .Leniby selalu berfikiran bahwa usianya sudah tidak panjang lagi ,
karena penyakitnya itu yang semakin parah.Leniby juga berfikiran ia nanti saat mendaftar ke polisi wanita ia
tidak bisa diterima karena banyak penyakit yang dideritanya.Ia hanya bisa
berharap bahwa ia akan membahagiakan orang tuanya dengan memperoleh hasil ujian
nasionalnya yang tinggi.
Hari
ujian nasional pun telah tiba.Leniby belajar dengan semaksimal mungkin
sampai-sampai ia tidak memperdulikan penyakitnya itu yang semakin parah ,
karena ia hanya ingin membahagiakan orang tuanya , dan ingin meninggalnya nanti
bisa masuk surga.Pengunguman hasil ujian nasional pun tiba .Akhirnya dengan
usaha yang semaksimal mungkin itu Leniby dapat memperoleh ujian nasional dengan
nilai tertinggi .Leniby langsung sujud syukur karena mampu membahagiakan orang
tuanya itu .Orang tua Lineby sangat
senang sekali .Setelah pengunguman hasil ujian nasional itu ada acara
perpisahan yang umumnya dilakukan setelah selasai ujian nasional.Leniby pun
ikut serta dalam perpisahan itu . Ia menyanyikan lagu Tak Ada Yang Abadi di
panggung, setelah selesai menyanyikan lagu itu Leniby langsung jatuh dan orang
tuanya bergegeas ke panggung dan mencari tau apa yang terjadi dengan Leniby dan
ternyata selain di hari kebahagiaan orang tua Lineby karena Lineby mendapat
hasil ujuan nasional yang tinggi , Leniby juga bahagia di alam lain sana karena
sudah terbebas oleh dosa di dunia ini dalam artian Leniby sudah dipanggil oleh
Allah .Orang tua dan adiknya Leniby pun
mengikhlaskan kepergian Leniby.
Hasil
upaya yang kita lakukan dengan sabar dan berusaha dengan baik maka akan
membuahkan hasil yang baik juga.Sekarang Leniby bahagia di akhirat sana , dan
Lineby mampu membahagiakan orang tuanya sebelum ia meninggalkan dunia ini.Dan
ingat usia kita tidak ada yang tau kecuali Allah,maka mulai sekarang
berusahalan beribadah dengan baik dan mulailah berperinsip untuk membahagiakan
orang tua sebelum kamu meninggalkan
dunia ini.Jangan berfikir pesimis terlebih dahulu.